Menjadi orang tua bagi bayi baru lahir membawa kebahagiaan sekaligus tantangan, terutama ketika menghadapi kondisi seperti gumoh dan kolik. Kedua kondisi ini sering dialami oleh bayi dan dapat menyebabkan kekhawatiran bagi orang tua. Gumoh dan kolik adalah dua kondisi umum yang dialami banyak bayi baru lahir, namun tetap bisa membuat orang tua merasa cemas dan lelah. Dalam berbagai pengalaman, bahkan orang tua berpengalaman sekalipun sering merasa bingung dan tidak berdaya menghadapi tangisan kolik yang sulit dihentikan atau gumoh yang terjadi begitu saja setelah bayi selesai menyusu.

Apa Itu Gumoh?

Gumoh adalah kondisi di mana bayi mengeluarkan kembali sedikit susu atau makanan dari mulutnya beberapa saat setelah menyusu atau makan. Hal ini umum terjadi pada bayi, terutama karena katup antara kerongkongan dan lambungnya belum sepenuhnya matang, sehingga susu atau makanan bisa naik kembali. Biasanya, gumoh tidak berbahaya dan cenderung berkurang seiring bertambahnya usia bayi, terutama setelah mencapai usia 6 bulan.

Apakah Gumoh Berbahaya?
Pada umumnya, gumoh bukanlah kondisi berbahaya. Namun, beberapa tanda yang perlu diwaspadai adalah:

  1. Gumoh berlebihan: Jika bayi sering gumoh dalam jumlah besar, bisa jadi ini tanda dari refluks gastroesofageal (GERD) atau masalah pencernaan lainnya.
  2. Pertumbuhan yang terhambat: Jika gumoh membuat bayi sulit bertambah berat badan, konsultasikan dengan dokter.
  3. Disertai gejala lain: Jika gumoh diikuti dengan demam, perut bengkak, atau bayi tampak sangat tidak nyaman, hal ini bisa menandakan adanya masalah medis.

Cara Mengatasi Gumoh pada Bayi
Ada beberapa cara yang dapat membantu mengurangi gumoh pada bayi:

  • Menyusui atau memberi makan bayi dalam posisi tegak dan menahan posisi ini selama 20-30 menit setelah menyusu.
  • Membantu bayi menyendawakan diri secara berkala, terutama jika ia menelan banyak udara saat menyusu.
  • Memberikan porsi kecil lebih sering daripada memberikan dalam jumlah banyak sekaligus.

Apa Itu Kolik?

Kolik adalah kondisi pada bayi yang ditandai dengan tangisan berlebihan dan tidak dapat ditenangkan, biasanya tanpa alasan yang jelas. Kolik umumnya dimulai pada usia beberapa minggu, mencapai puncaknya sekitar usia 6 minggu, dan akan berangsur hilang saat bayi mencapai usia 3-4 bulan. Tangisan kolik biasanya terjadi di sore atau malam hari, berlangsung selama beberapa jam, dan disertai tanda ketidaknyamanan seperti mengepalkan tangan, mengangkat kaki ke dada, dan tampak kesakitan.

Apakah Kolik Berbahaya?

Kolik tidak dianggap berbahaya meskipun sangat membuat bayi dan orang tua merasa tidak nyaman. Penyebab pasti kolik belum diketahui, tetapi beberapa faktor yang mungkin mempengaruhinya adalah ketidakmatangan sistem pencernaan, sensitivitas terhadap zat tertentu dalam ASI atau susu formula, atau ketidaknyamanan emosional.

Cara Mengatasi Kolik pada Bayi
Beberapa cara yang dapat membantu meringankan kolik pada bayi:

  • Posisi gendong: Menggendong bayi dalam posisi tengkurap atau tegak (M-Shape) dapat membantu meredakan ketidaknyamanan.
  • Pijatan lembut pada perut bayi: Pijatan ini dapat membantu mengeluarkan gas dan mengurangi kembung. Salah satunya adalah pijat ILU dan membantu bayi untuk menggerakkan kakinya seperti gerakan mengayuh sepeda.
  • Lingkungan yang tenang: Cobalah mengurangi suara keras dan cahaya berlebih di sekitar bayi untuk membantu menenangkan mereka.

Hubungan Antara Gumoh dan Kolik

Gumoh dan kolik sering kali berkaitan karena disebabkan oleh ketidakmatangan sistem pencernaan pada bayi. Pada beberapa kasus, bayi yang sering gumoh berlebihan mungkin mengalami refluks gastroesofageal (GERD), yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan tangisan berlebihan seperti kolik. Ketika bayi merasa tidak nyaman atau perutnya kembung karena gas, mereka juga cenderung menangis lebih banyak dan terlihat kolik.

Walau keduanya sering terjadi bersamaan, gumoh tidak selalu menyebabkan kolik, dan bayi yang mengalami kolik tidak selalu mengalami gumoh. Namun, langkah-langkah seperti menggendong bayi dalam posisi tegak setelah menyusu, membantu bayi menyendawa, serta memberikan susu dalam porsi kecil tetapi lebih sering dapat membantu meringankan gejala dari kedua kondisi ini.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika gumoh atau kolik tampak semakin parah atau disertai dengan gejala yang mengkhawatirkan seperti demam tinggi, muntah yang berlebihan, pertumbuhan bayi yang terhambat, atau tanda-tanda sakit lainnya, konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.